Profil Dahlan Iskan

Dahlan Iskan: Profil dan Biografi Lengkap

Dahlan Iskan merupakan salah satu tokoh Indonesia yang sangat berpengaruh dalam pembangunan bangsa Indonesia. Pak Dahlan bukan merupakan lulusan pendidikan tinggi, bukan juga berasal dari keluarga yang berpendidikan dan kaya. Dahlan merupakan salah satu warga Indonesia yang dari bukan apa-apa menjadi apa-apa. Bapak paruh baya ini lahir di Magetan, Jawa Timur. Terlahir dari keluarga yang sangat miskin di Banderan, kabarnya ketika beliau hendak dilahirkan, orang tuanya terpaksa menjual lemari pakaian satu-satunya untuk membayar biaya persalinan Dahlan kecil. Padahal lemari itu merupakan lemari yang biasa untuk mencatat tanggal lahir anak-anaknya. Tanggal lahir Pak Dahlan pun turut lenyap dengan lemari itu. Pada akhirnya dia memutuskan untuk menentukan tanggal lahirnya sendiri yaitu 17 Agustus 1945.

Dahlan Iskan
Foto Dahlan Iskan

Bukan dari keluarga kaya dan mampu secara finansial, Dahlan Iskan menjalani masa kecilnya dengan bekerja keras. Dia selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk membantu orang tuanya. Sempat Dahlan kecil mengalami kelaparan dan dia terpaksa mencari tebu bekas panen yang ada di sekitar rumahnya. Perjuangan masa kecil Dahlan memang sangat mengenaskan karena hidupnya penuh dengan perjuangan. Namun dengan kerja kerasnya sekarang, dia sudah berhasil dalam membantu menciptakan kemajuan pembangunan untuk Indonesia. Dari tangan beliau sekarang ini banyak sekali kemajuan dalam segala bidang terutama dalam bidang listrik dan juga BUMN.

Dahlan Iskan memulai karirnya di Samarinda sebagai seorang wartawan di salah satu surat kabar lokal di Samarinda. Beliau memulai karir sebagai seorang reporter di Harian Mimbar Masyarakat Samarinda setelah lulus dari pendidikannya di Samarinda. Setelah itu, pada tahun 1976 Dahlan menjadi seorang reporter atau wartawan di Koran Tempo. Nama Dahlan semakin terkenal ketika berhasil membuat liputan mengenai terbakarnya kapal Tampomas II yang berlayar dari Jakarta ke Makassar. Liputannya ini berhasil membuat banyak orang kagum yang kemudian membawa Dahlan muda kepala biro di Tempo Jawa Timur.

Setelah karirnya semakin melejit, Dahlan Iskan mendapatkan kepercayaan untuk memimpin perusahaan Koran Jawa Pos. Ketika Dahlan menjadi pemimpin di Jawa Pos, keadaan Jawa Pos bisa dikatakan masih dalam keadaan krisis. Setelah dipimpin oleh Pak Dahlan, Jawa Pos mulai melejit dan berhasil mendapatkan oplah 126.000 eksemplar. Selain itu, berkat manajemen yang baik oleh pak Dahlan, pendapatan Jawa Pos naik drastis mencapai 10,6 miliar rupiah atau bisa dikatakan naik 20 kali lipat dari yang sebelumnya.

Tahun 1997 Dahlan Iskan berhasil membangun Graha Pena yang merupakan gedung dengan 20 lantai di Surabaya. Selang lima tahun kemudian ia berhasil membangun gedung yang serupa di Jakarta, tepatnya pada tahun 2002. Pak Dahlan juga selalu mengembangkan bisnis medianya, seperti membentuk JPNN atau Jawa Pos News Network. JPPN yang dia pimpin sekarang ini mempunyai 65 percetakan, 207 koran, 42 TV lokal, pabrik kertas, gedung perkantoran dan berbagai jaringan pemberitaan lainnya.

Tepat pada tahun 2006, Pak Dahlan Iskan mengalami sakit yang tergolong berat dan mengharuskan beliau harus dioperasi karena hatinya tidak lagi berfungsi dengan baik. Selama Beliau sakit Beliau menulis buku yang berjudul “Ganti Hati”. Buku ini banyak menginspirasi orang untuk melakukan pola hidup sehat setiap hari.

Galeri Foto Dahlan Iskan


Dahlan Iskan photo
Dahlan Iskan photo.


Biodata Dahlan Iskan
Biodata Dahlan Iskan

Biografi Dahlan Iskan
Biografi Dahlan Iskan

Foto Dahlan Iskan
Foto Dahlan Iskan

Dahlan Iskan profile
Dahlan Iskan profile

Gambar Dahlan Iskan
Gambar Dahlan Iskan.

Pak Dahlan Iskan
Foto Pak Dahlan Iskan

Dahlan Iskan picture
Dahlan Iskan picture

Pada tahun 2009 Dahlan Iskan diangkat menjadi pemimpin PLN untuk menggantikan Fahmi Muchtar. Selama menjabat sebagai pemimpin PLN, beliau sudah berhasil memperbaiki sistem yang ada dalam PLN. Mulai dari pelayanan dan berbagai keluhan dari masyarakat mengenai PLN bisa teratasi dengan baik. Karena kepiwaiannya dalam berbagai bidang ini hingga pada tahun 2011, Pak Dahlan ditunjuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi menteri BUMN. Dengan berat hati dia tinggalkan semua pekerjaannya dan menerima tawaran dari Pak SBY. Selama menjabat menjadi menteri BUMN, banyak sekali prestasi yang ditorehkan, diantaranya beliau berhasil mengembangkan perekonomian Indonesia melalui BUMN yang dimiliki. Akankah beliau akan tetap menjadi menteri BUMN pada periode kali ini?

KUMPULAN GAMBAR LAINNYA: